Tokoh Perantau Dukung Kabupaten Pasaman Menjadi Surga Ekuator

Reporter

Editor

Yefri

Bupati Pasaman H. Benny Utama, SH, M.M, menyalami pengurus Ikatan Keluarga Kabupaten Pasaman yang baru dilantik

Info Event - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Kabupaten Pasaman (IKKP) baru saja melangsungkan acara pelantikan pengurus periode 2020 – 2023 di Hotel Balairung Matraman Jakarta pada 5 Desember 2021.  Para pengurus dilantik oleh Bupati Kabupaten Pasaman H. Benny Utama, SH, MM. pada acara yang dihadiri juga oleh tokoh perantau  dan para pejabat teras Provinsi Sumatera Barat.

Bupati Benny menyampaikan bahwa sudah ada 10 program unggulan untuk memajukan kabupaten yang terletak di ujung utara Provinsi Sumatera Barat tersebut, salah satunya adalah program memajukan pariwisata.  Ada beberapa potensi wisata yang akan digarap selain wisata alam yaitu wisata sejarah dengan mengambil tema perjuangan Tuanku Imam Bonjol dan menjual keunikan yang dimiliki oleh kota Bonjol sebagai salah satu dari dua kota di Indonesia yang dilintasi oleh garis ekuator.

Wakil Bupati Sabar AS yang juga hadir pada acara tersebut menjelaskan lebih rinci mengenai program pariwisata di Kabupaten Pasaman. “Pasaman mempunyai potensi yang terintegrasi antara  wisata alam, wisata budaya dan wisata kuliner dengan tagline Pesona Alam Budaya Pasaman: Surga Ekuator, Ekuator Tanah Sumatera Untuk Indonesia dan Dunia”, jelas Sabar. Wakil Bupati mengharapkan para perantau untuk ikut membangun fasilitas wisata seperti membuat homestay dan sarana akomodasi lainnya untuk menunjang program Festival Bonjol yang rencananya akan dilaksanakan pada saat terjadi titik kulminasi matahari yang terjadi pada bulan Maret dan September.

Ketua terpilih Ikatan Keluarga Kabupaten (IKKP) Pasaman H. Adlis Rahman, M.M memberikan sambutan di acara pelantikan pengurus IKKP 2020 - 2023

Ketua Umum terpilih IKKP periode 2020 – 2023 Apt. Drs. Adlis Rahman M.M, menyampaikan bahwa prioritas program yang akan dilakukan pada masa kepengurusannya adalah bersama-sama mendukung kemajuan sektor pariwisata Kabupaten Pasaman dan seluruh program Pemerintah Kabupaten Pasaman yang tujuannya untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Pasaman. “Selain pembenahan organisasi ke arah yang lebih baik, melaksanakan program kerja mendukung kemajuan sektor pariwisata Kabupaten Pasaman, IKKP bisa menjadi wadah persatuan anak rantau sehingga dapat mengoptimalkan potensi perantau dalam maupun luar negeri”, tutur Adlis.

Di ujung acara, para tokoh perantau juga diberi kesempatan untuk berbicara menanggapi dan memberi usulan terhadap program yang telah dipaparkan oleh bupati dan wakil bupati.   Mereka pada umumnya menyatakan akan mendukung program-program tersebut, terutama pada pengembangan pariwisata. Sekadar info, Pasaman telah melahirkan banyak tokoh perantau yang telah berkiprah di panggung nasional seperti ekonom Chatib Basrid dan mantan Gubernur Banten Rano Karno.

Salah satu keunikan lainnya dari kabupaten ini adalah budayanya yang merupakan percampuran antara budaya Minang dan budaya Tapanuli karena letaknya yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara.  Sehingga tidak aneh dalam hiburan di acara tersebut bukan hanya lagu-lagu Minang yang diperdengarkan, tapi juga lagu-lagu dari Tapanuli. (*)






Rekomendasi Berita

AirAsia Buka Penerbangan Padang-Kuala Lumpur per 1 Oktober, Simak Jadwalnya

17 jam lalu

AirAsia Buka Penerbangan Padang-Kuala Lumpur per 1 Oktober, Simak Jadwalnya

Station Manager AirAsia Budi Pebrianto mengatakan jadwal penerbangan internasional AirAsia rute Kuala Lumpur - Padang - Kuala Lumpur periode Summer 20


UNWTO: Sektor Pariwisata Pulih 2022 Setelah Pandemi

1 hari lalu

UNWTO: Sektor Pariwisata Pulih 2022 Setelah Pandemi

UNWTO mencatat pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir.


Tarik Wisatawan Mancanegara, Gubernur Kepri Minta Kebijakan Bebas VoA Diberlakukan Lagi

2 hari lalu

Tarik Wisatawan Mancanegara, Gubernur Kepri Minta Kebijakan Bebas VoA Diberlakukan Lagi

Kunjungan wisatawan mancanegara mulai membaik di Kepulauan Riau, terutama Batam.


Tarif Transportasi Laut di Kepri Melonjak Akibat BBM Naik, Pengamat: Tren Wisata Berubah

2 hari lalu

Tarif Transportasi Laut di Kepri Melonjak Akibat BBM Naik, Pengamat: Tren Wisata Berubah

Di Kepulauan Riau, angkutan transportasi sudah mengalami kenaikan harga akibat BBM naik mulai Selasa, 6 September lalu.


Sandiaga: Saatnya Tak Lagi Kejar Angka Wisatawan, Tapi Fokus ke Pariwisata Berkelanjutan

4 hari lalu

Sandiaga: Saatnya Tak Lagi Kejar Angka Wisatawan, Tapi Fokus ke Pariwisata Berkelanjutan

Sandiaga menyatakan sudah saatnya Indonesia menerapkan pariwisata berbasis masyarakat, berkelanjutan dan inklusif.


Kumpulkan Jejaring Diaspora, Yogyakarta Promosikan Wisata ke Mancanegara

4 hari lalu

Kumpulkan Jejaring Diaspora, Yogyakarta Promosikan Wisata ke Mancanegara

Pemulihan pariwisata Yogyakarta tidak bisa sekadar membuat program-program dan paket wisata.


Six Fantastic Jadi Andalan Pariwisata Kabupaten Lebak

4 hari lalu

Six Fantastic Jadi Andalan Pariwisata Kabupaten Lebak

Pemerintah Kabupaten Lebak menyasar pariwisata karena sektor ini memiliki efek domino terhadap bidang lain, seperti infrastruktur, konservasi, pendidikan, sampai kesehatan.


Pelaku 17 Subsektor Ekonomi Kreatif Berkumpul di Batam Creative Festival

5 hari lalu

Pelaku 17 Subsektor Ekonomi Kreatif Berkumpul di Batam Creative Festival

Batam Creative Festival adalah salah satu media kampanye Gerakan Ekonomi Kreatif di Kota Batam.


Sandiaga Undang Investor Kembangkan Infrastruktur Klungkung Bali, Peluang Investasi Rp 320 M

6 hari lalu

Sandiaga Undang Investor Kembangkan Infrastruktur Klungkung Bali, Peluang Investasi Rp 320 M

Sandiaga Salahuddin Uno mengundang investor untuk menanamkan modalnya dalam pengembangan infrastruktur dan penunjang pariwisata.


92 Persen Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Andalkan Modal Sendiri dan Pinjaman Keluarga

7 hari lalu

92 Persen Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Andalkan Modal Sendiri dan Pinjaman Keluarga

92,37 persen pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) hanya mengandalkan modal sendiri atau pinjaman dari keluarga untuk menopang usaha mereka