Pertama di Indonesia, Gerakan Buang Sampah Elektronik Serentak

Reporter:
Editor:

Yefri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Rafa Jafar, Founder EwasteRJ

    Rafa Jafar, Founder EwasteRJ

    Info Event -  EwasteRJ bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI mempersembahkan: Pertama di Indonesia, Gerakan Buang Sampah Elektronik Serentak pada National E-waste Day

    EwasteRJ sebagai komunitas yang sudah sejak 2015 fokus dengan isu sampah elektronik, terus berupaya agar isu ini lebih mendapat sorotan. EwasteRJ juga sadar bahwa tidak hanya masyarakat yang perlu bergerak, namun juga butuh payung hukum yang mendukung. Hal ini dilakukan dengan menginisiasi gerakan National E-Waste Day, aksi pengumpulan sampah elektronik secara serentak dalam skala nasional. EwasteRJ bekerjasama dengan KLHK untuk mendukung acara ini dengan mengadakan webinar pada tanggal 14 Oktober 2021, tepat pada peringatan International E-Waste Day (Hari Sampah Elektronik Internasional). Webinar mengambil tema tentang “Pengelolaan sampah Elektronik di Indonesia” sebagai katalis partisipasi publik secara nasional dalam pengelolaan sampah elektronik yang baik dan tepat baik yang melibatkan pemangku kepentingan baik pemerintah maupun pihak non-pemerintah.

    KLHK telah menerbitkan PP 27 Tahun 2020 tentang pengelolaan sampah spesifik, sampah elektronik termasuk ke dalam sampah yang mengandung B3, dimana kandungan B3 di dalamnya berdampak negatif terhadap manusia dan lingkungan. Sehingga membutuhkan penanganan yang tepat dan baik. Di era digital ini, sifat konsumtif seseorang terhadap perangkat elektronik semakin tinggi. Terkait dengan potensi timbulan sampah elektronik di Indonesia sangat besar mengingat Indonesia sebagai negara terpadat keempat dan salah satu konsumen elektronik terbesar di dunia, sehingga berpotensi menyumbangkan sampah elektronik dalam jumlah yang cukup signifikan. Menurut laporan tahunan Global E-Waste Monitor 2020, yang dirilis PBB, menyebutkan bahwa jumlah sampah elektronik pada tahun 2019 lalu mencapai 53 juta ton. PBB memprediksi jumlah sampah elektronik akan mencapai 74 juta ton pada tahun 2030, dan melonjak lagi menjadi 120 juta ton pada tahun 2050. Hanya 17,4% dari limbah elektronik yang mengandung campuran zat berbahaya dan bahan berharga ini yang dikumpulkan, diolah dan didaur ulang dengan benar

    “Di Indonesia, timbulan sampah elektronik pada tahun 2021 diprediksikan mencapai 2 juta ton. EwasteRJ sendiri baru bisa mengumpulkan 2,8 ton dari awal tahun hingga Oktober dan itu sangat sedikit, masih 0,1%nya. Anak-anak muda harus lebih massif lagi dan nggak boleh menganggap sepele tentang sampah elektronik ini. Keabaian kita sekarang bisa jadi beban untuk generasi mendatang” ungkap Rafa Jafar, co-founder EwasteRJ.

    Rangkaian acara National E-waste Day tidak berhenti hanya pada webinar. Masyarakat dapat mengumpulkan sampah elektronik dan membuangnya secara gratis kepada gudang/agen/mitra EwasteRJ, yang tersebar di kota-kota di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang Selatan, Bandung, Semarang, dan lainnya. Pengumpulan nasional ini berlangsung hingga tanggal 30 Oktober 2021. Pengiriman sampah dapat dilakukan dengan klik drop ewaste di ewasterj.com. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.