Kemenparekraf Kucurkan Bantuan Insentif Pemerintah kepada 232 Pelaku Pariwisata dan Ekraf

Reporter

Editor

Yefri

Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf, Hanifah Makarim, menjelaskan tentang program BIP dalam tahapan pembekalan dan penandatanganan di Jakarta 2 November 2020

INFO EVENT - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengumumkan sebanyak 232 pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang akan menerima Program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) tahun 2020 .

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, mengatakan setiap tahun penyelenggaraannya, BIP terus mengalami peningkatan jumlah penerima dan penyaluran dana. Pada tahun ini total dana yang diberikan sebesar Rp 25.980.947.161.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Fadjar Hutomo, dalam pernyataannya, di Jakarta, Senin (2/11/2020), menjelaskan BIP merupakan program tahunan yang diselenggarakan sejak 2017. Program ini bertujuan untuk memberikan tambahan modal kerja dan investasi aktiva tetap, kepada pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Setelah kami melakukan proses seleksi dan kurasi yang melibatkan praktisi berpengalaman, kami menetapkan sebanyak 232 pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang akan menerima BIP. Dengan adanya program BIP ini diharapkan tenaga kerja kreatif yang bertalenta dapat meningkatkan kapasitas usahanya dan menghasilkan lebih banyak produksi dan karya yang berkualitas,” kata Fadjar Hutomo.

Pengumuman ini kemudian diikuti dengan tahapan pembekalan komitmen perjanjian kerja sama para calon penerima BIP dengan pihak pembuat komitmen yaitu Kemenparekraf di lingkungan Direktorat Akses Pembiayaan. Tahapan pembekalan dan penandatangan dilakukan pada 2-3 November 2020 di Jakarta.

“Setelah penandatanganan perjanjian kerja sama dan pencairan dana, kami akan melakukan monitoring dan evaluasi penggunaan dana BIP. Berasal dari APBN, pemanfaatan dana BIP harus transparan dan akuntabel oleh setiap pelaku usaha,” kata Fadjar Hutomo.

Fadjar Hutomo berharap penerima program BIP ini bisa menjadi motivasi dan contoh yang baik bagi para pelaku pariwisata dan ekraf yang dapat bertahan dan melakukan peningkatan kapasitas usaha di tengah pandemi. Hal ini karena program BIP tahun 2020 diperuntukkan sebagai bentuk mitigasi dampak ekonomi akibat pandemi pada sektor usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf, Hanifah Makarim, menjelaskan, program BIP tahun ini terbagi dalam dua kategori yakni reguler dan afirmatif. Untuk kategori reguler, BIP diberikan kepada 96 pelaku usaha berbadan hukum seperti PT, Koperasi, dan Yayasan/Perkumpulan dengan maksimal bantuan yang diberikan sebesar Rp 200 juta.

Sementara untuk kategori afirmatif diberikan kepada 136 pelaku usaha yang belum berbadan hukum atau badan hukum dalam bentuk seperti UD, Firma, atau CV, dengan maksimal bantuan sebesar Rp 100 juta. Dengan komposisi subsektor yaitu, sektor kuliner 59 penerima, fesyen 35 penerima, kriya 34 penerima, aplikasi 34 penerima, pariwisata 33 penerima, film 26 penerima, dan game 11 penerima.

“Demografi penerima BIP tahun ini lebih luas dan merata dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penerima berasal dari 21 provinsi dimana lima provinsi terbesar yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta,” ujar Hanifah Makarim.

“Dana BIP yang semakin besar di tahun ini diharapkan dapat menjadi stimulus nyata bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Selamat kepada para penerima, semoga pelaku usaha tetap semangat dan optimis di tengah situasi pandemi,” kata Wishnutama.

Bagi para peserta yang ingin mengetahui hasil pengumuman penerima program BIP tahun 2020 dapat diakses melalui laman resmi https://bip.kemenparekraf.go.id/ dan media sosial BIP. (*)






Rekomendasi Berita

Sandiaga: Saatnya Tak Lagi Kejar Angka Wisatawan, Tapi Fokus ke Pariwisata Berkelanjutan

4 hari lalu

Sandiaga: Saatnya Tak Lagi Kejar Angka Wisatawan, Tapi Fokus ke Pariwisata Berkelanjutan

Sandiaga menyatakan sudah saatnya Indonesia menerapkan pariwisata berbasis masyarakat, berkelanjutan dan inklusif.


Batik Lasem dari Rembang Akan Jadi Cinderamata Acara G20

5 hari lalu

Batik Lasem dari Rembang Akan Jadi Cinderamata Acara G20

Batik Lasem yang dibuat dengan pewarna alami sejalan dengan pilar G20, yaitu sustainibility.


Destinasi Wisata di Indonesia Akan Gunakan Kendaraan Listrik

5 hari lalu

Destinasi Wisata di Indonesia Akan Gunakan Kendaraan Listrik

Dengan penggunaan kendaraan listrik, Sandiaga Uno berharap pariwisata di Indonesia ke depannya bisa lebih ramah lingkungan.


Sandiaga Undang Investor Kembangkan Infrastruktur Klungkung Bali, Peluang Investasi Rp 320 M

6 hari lalu

Sandiaga Undang Investor Kembangkan Infrastruktur Klungkung Bali, Peluang Investasi Rp 320 M

Sandiaga Salahuddin Uno mengundang investor untuk menanamkan modalnya dalam pengembangan infrastruktur dan penunjang pariwisata.


Sandiaga Klaim Investasi Senilai Rp 320 Miliar Siap Masuk Nusa Penida

7 hari lalu

Sandiaga Klaim Investasi Senilai Rp 320 Miliar Siap Masuk Nusa Penida

Menurut Sandiaga, selain Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan merupakan destinasi yang menarik bagi pemodal.


92 Persen Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Andalkan Modal Sendiri dan Pinjaman Keluarga

7 hari lalu

92 Persen Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Andalkan Modal Sendiri dan Pinjaman Keluarga

92,37 persen pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) hanya mengandalkan modal sendiri atau pinjaman dari keluarga untuk menopang usaha mereka


Sandiaga Siapkan Insentif untuk Pelaku Ekonomi Kreatif, Imbas Harga BBM Naik

21 hari lalu

Sandiaga Siapkan Insentif untuk Pelaku Ekonomi Kreatif, Imbas Harga BBM Naik

Sandiaga Uno menyatakan bahwa Kemenparekraf, tidak akan tinggal diam dengan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada pelaku parekraf.


Bidik 4,4 Juta Lapangan Kerja Baru Tercipta hingga 2024, Ini Program Sandiaga

34 hari lalu

Bidik 4,4 Juta Lapangan Kerja Baru Tercipta hingga 2024, Ini Program Sandiaga

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpanrekraf) RI menargetkan menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru pada 2024.


Siapkan Bujet, Kunjungi Lima Destinasi Super Prioritas di Indonesia

57 hari lalu

Siapkan Bujet, Kunjungi Lima Destinasi Super Prioritas di Indonesia

Destinasi Super Prioritas merupakan sebutan untuk obyek wisata di Indonesia yang berpotensi besar sebagai Bali Baru .


Sandiaga Uno Sebut Persiapan KTT G20 di Bali Sesuai Rencana

19 Juli 2022

Sandiaga Uno Sebut Persiapan KTT G20 di Bali Sesuai Rencana

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan persiapan KTT G20 diprediksi selesai Oktober di pekan ketiga atau keempat.