AKSES Bikin Kuliah Online Politik Indonesia Dengan Biaya Terjangkau

Reporter:
Editor:

Yefri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kuliah Politik Online 2

    Kuliah Politik Online 2

    INFO EVENT - AKSES School of Research kembali melaksanakan program Kuliah Online Politik Indonesia (KOPI) AKSES. KOPI AKSES adalah kuliah informal politik Indonesia pertama yang dilaksanakan secara daring dan diisi oleh narasumber berkompeten dari pelbagai kampus ternama. Kuliah online ini berisi  materi-materi yang  bersifat aplikatif dan berkaitan dengan persiapan pemilu. Untuk dapat mengikuti program yang sangat menarik ini, peserta hanya dikenakan biaya pendaftaran yang sangat terjangkau, yakni hanya seratus ribu rupiah per 1 triwulan. Untuk dapat lulus dari program ini, peserta harus mengikuti  4 Triwulan perkuliahan.

    Kurikulum KOPI AKSES Angkatan II ini dimulai  dari Triwulan I pada Januari hingga Maret 2021, berisi Mata Kuliah 1 Dasar-dasar Ilmu Politik dan Mata Kuliah 2 Sistem Politik Indonesia. Pada Triwulan II yaitu April – Juni 2021 peserta akan mengikuti Mata Kuliah 3 Masalah-masalah Demokrasi dan Mata Kuliah 4 Islam dan Politik di Indonesia. Selanjutnya di  Triwulan III Juli – September 2021, peserta akan diperkaya dengan Mata Kuliah 5 Strategi dan Program Pemenangan Pemilu serta Mata Kuliah 6 Demokrasi Digital. Dan di penghujung program pada Triwulan IV Oktober – Desember 2021, Peserta akan menuntaskan dengan mengikuti Mata Kuliah 7 Konsultan Politik Pemenangan Pemilu dan Mata Kuliah 8 Digitalisasi Monografi Politik.

    Berikut narasumber KOPI AKSES: Prof. Dr. Maswadi Rauf (Guru Besar Ilmu Politik UI), Prof. Dr. Eko Prasojo (Dekan Fakultas Ilmu Administrasi UI dan Mantan Wakil Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi Periode 2009 - 2014), Prof. Dr. Topo Santoso (Guru Besar FH UI dan Mantan Dekan FH UI), Prof. Firmanzah, Ph.D (Mantan Dekan FE UI dan Rektor Universitas Paramadina), Prof. Dr. Valina Singka Subekti (Guru Besar Ilmu Politik UI dan Mantan Komisioner KPU Periode 2002 - 2007), Prof. Dr. Hamdi Muluk (Guru Besar Psikologi Politik UI), Prof. Firman Noor, P.hD (Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI), Prof. Dr. Irfan Ridwan Maksum (Guru Besar Ilmu Administrasi UI), Prof. Dr. Lili Romli (Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Prof. Dr. Ibnu Hamad (Guru Besar Ilmu Komunikasi UI), Prof. Dr. Karim Suryadi (Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran), dan Dr. Chusnul Mar’iyah (Dosen Pascasarjana Ilmu Politik FISIP UI dan Mantan Komisioner KPU Periode 2002 - 2007).

    Narasumber lainnya tidak kalah bermutu, ada  Dr. Julian Aldrin Pasha (Ketua Departemen Ilmu Politik FISIP UI), Dr. Heru Susetyo (Dosen FH UI), Dr. Edy Prasetyono (Dosen Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI), Dr. phil. Aditya Perdana (Kepala Pusat Kajian Ilmu Politik FISIP UI), Lucky Djani, P.hD (Peneliti Institute for Strategic Initiatives dan Pengampu Kebijakan Publik FIA UI), Yon Machmudi, Ph.D (Kepala Pusat Kajian Islam dan Timur Tengah UI), Dr. Arief Munandar (Founder Rumah Peradaban), Hasyim Asy’ari, P.hD (Komisioner KPU Periode 2017 - 2022), Dr. Irfan Aulia (Dosen Universitas Mercu Buana, Jakarta), Dr. Edy Suryadi (Dosen FE Universitas Pancasila), Dr. Kamarudin (Mantan Ketua Program Pascasarjana Ilmu Politik UI dan Direktur Eksekutif AKSES School of Research), Ali Muhyidin, MA (Ketua Program Sarjana Ilmu Politik FISIP UI), Titi Anggraini, MH (Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi), Eep Saefulloh Fatah (CEO PolMark), Ibnu Dwi Cahyo, SH (Digital Strategist), Boy Hamidy, S.Kom (Konsultan Media Sosial dan Konten Digital), Aji Teguh Prihatno, ST (President Smart Internet Community), Ir. Hairul Anas Suaidi (Konsultan IT), dan Ir. Hermansyah (Konsultan IT).

    Berminat mengikuti KOPI AKSES Angkatan II? Untuk detail penjelasan tentang Syarat dan Ketentuannya silakan menghubungi Ina di nomor WA +62 811 1285 010 atau klik http://bit.ly/FormulirPendaftaranKOPI2AKSES.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapasitas Ruang Isolasi dan Jumlah BOR Menipis

    Kapasitas tempat tidur dalam ruang isolasi dan unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit untuk perawatan pasien Covid-19 di Indonesia semakin menipis.