Ditahan Persija, Madura United Akui Keangkeran Grup D

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Madura United. (liga-indonesia.id)

    Madura United. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pelatih Madura United Dejan Antonic merasa puas sekaligus kecewa dengan hasil imbang saat melawan Persija Jakarta dalam laga lanjutan Piala Presiden 2019 Jumat, 8 Maret 2019.

    Dejan mengaku puas karena anak asuhnya masih bisa bermain maksimal tanpa diperkuat sejumlah pilar inti yang tengah ditarik tim nasional. Namun ia juga kecewa karena gagal mendapatkan poin penuh.

    "Sangat susah curi poin di Sleman ini, anda semua tahu itu," ujar Dejan usai laga Madura vs Persija di Sleman, Jumat petang 8 Maret 2019.

    Dejan mengakui grup D yang menjadi lawan Madura merupakan tim yang tak bisa dianggap enteng. Semua tim menurutnya memiliki materi pemain kuat.

    Meski telah mengantongi satu laga kemenangan saat melawan tuan rumah PSS Sleman, namun hasil imbang lawan Persija membuat Dejan masih belum bisa bernafas lega karena ada Borneo FC di laga akhir 15 Maret 2019 nanti.

    "Meskipun Borneo kemarin kalah lawan Persija, bukan jadi ukuran, karena bisa saja mereka bermain bagus hari ini (saat lawan PSS), di grup ini pertandingan kemarin tidak bisa jadi ukuran," ujarnya.

    Dejan menuturkan pihaknya masih memutar otak untuk fokus di game terakhir lawan Borneo agar bisa lolos ke 8 besar.

    “Kami harus tetap fokus, kami melawan tim besar, tim yang juara musim kemarin. Tim yang punya tradisi bagus sekali di sepak bola Indonesia,” ujarnya.

    Madura Unuted harus berjibaku karena enam pemainnya absen dalam dua laga terakhir Grup D Piala Presiden ini. Empat pemain di antaranya absen karena bergabung dengan timnas senior dalam pemusatan latihan (TC) di Australia, sementara dua lainnya bergabung dengan timnas U-22.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.