Arak-Arakan Online di Wisuda ITB Oktober 2020

Reporter:
Editor:

Yefri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panitia wisuda ITB menggelar arak-arakan online untuk merayakan kelulusan para wisudawan

    Panitia wisuda ITB menggelar arak-arakan online untuk merayakan kelulusan para wisudawan

    INFO EVENT - Perayaan Wisuda Oktober ITB 2020 merupakan rangkaian acara tahunan yang diadakan sebagai bentuk apresiasi untuk para mahasiswa yang berhasil lulus. Tahun ini ada 1.900 orang mahasiswa yang berhasil menjadi wisudawan.

    Salah satu budaya yang dilakukan oleh mahasiswa ITB menjelang wisuda adalah arak-arakan yang dilakukan oleh himpunan mahasiswa jurusan.  Situasi pendemi tidak membuat tradisi ini hilang,  arak-arakan ini tetap dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober namun menggunakan platform Roblox  2020. Acara terbuka untuk seluruh massa kampus maupun luar kampus.

    Untuk menyemarakkan wisuda,  panitia, yang terdiri dari 800 orang, menyelenggarakan dua mata acara yaitu pre event dan main event.  Di dalam mata acara pre event, panitia menyiapkan beberapa acara diantaranya Wis-Bus (Wisokto Bincang-bincang seru), Entertainment Night, dan Appreciaton Room.  Kehadiran wisokto.com merupakan salah satu pembeda wisuda tahun ini dari tahun-tahun sebelumnya.

    Kemudian pada main eventnya selain arak-arakan online, panitia juga menghelat Charity Concert, sebuah konser amal yang bertujuan untuk mengapresiasi wisudawan dengan memberikan penampilan menarik dan membantu lembaga/instansi yang terdampak COVID-19. Charity Concert ini akan diadakan secara daring dan free yang akan dimeriahkan oleh Juicy Luicy, Marsha Zulkarnain, OSD HMT ITB, dan ITB Student Orchestra pada tanggal 23 Oktober 2020. Konser ini berhasil menghimpun donasi sebesar  Rp 8.761.239 yang kemudian diserahkan kepada Yayasan Rumah Bagea dan Nuklea Movement. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.