DPRD Kota Bogor Dorong Pemerataan Pembangunan Tanah Sareal

image-gnews
Anggota DPRD Kota Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) Tanah Sareal menghadiri Musrenbang tingkat kecamatan.
Anggota DPRD Kota Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) Tanah Sareal menghadiri Musrenbang tingkat kecamatan.
Iklan

Info Event — Anggota DPRD Kota Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) Tanah Sareal mendorong agar pembangunan di Kota Bogor tidak hanya terfokus di pusat kota, namun juga menyasar wilayah perbatasan yang dinilai masih membutuhkan perhatian lebih.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tanah Sareal yang digelar di Marcopolo, Bukit Cimanggu City, Selasa, 20 Januari 2026. Ahmad didampingi tiga  Anggota DPRD Kota Bogor Dapil Tanah Sareal yakni  Karnain Asyhar, Safrudin Bima (SB), Lusiana Nurissiyadah, dan H. Murtadlo. 

Ahmad Aswandi mengungkapkan Kecamatan Tanah Sareal memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor. Karena itu, pembangunan infrastruktur, khususnya jalan di wilayah pinggiran kota, harus menjadi prioritas agar tidak terjadi ketimpangan pembangunan.“Pembangunan infrastruktur, terutama jalan di wilayah pinggiran, harus menjadi prioritas agar tidak terjadi ketimpangan dengan wilayah kabupaten,” ujarnya.

Ahmad Aswandi menegaskan, jangan sampai kondisi infrastruktur di wilayah Kota Bogor, khususnya di perbatasan, justru lebih buruk dibandingkan wilayah kabupaten. “Pembangunan di wilayah perbatasan Tanah Sareal harus menjadi skala prioritas pada tahun 2026 dan 2027,” kata pria yang akrab disapa Kiwong itu.

Lebih lanjut, Kiwong mengatakan salah satu fokus pembangunan di Tanah Sareal adalah penanganan perlintasan sebidang rel kereta api di kawasan Kebon Pedes. Menurutnya, seluruh anggota DPRD dari Dapil Tanah Sareal akan mengawal sejumlah usulan prioritas dari kelurahan agar bisa direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Anggota DPRD Kota Bogor lainnya, Safrudin Bima, menegaskan arah pembangunan ke depan harus menyasar wilayah pinggiran atau sayap kota, tidak hanya terpusat di kawasan tengah kota. Menurutnya, pembangunan tersebut harus mencakup infrastruktur dasar hingga fasilitas penunjang masyarakat,

Menurutnya, sepuluh anggota DPRD Kota Bogor dari Dapil Tanah Sareal siap mendukung penuh hasil Musrenbang kecamatan. “Fasilitas publik seperti pengembangan UMKM, penyediaan air bersih, pendidikan, dan layanan kesehatan harus hadir di wilayah pinggiran agar pemerataan pembangunan benar-benar terwujud,” ujarnya.(*)

 

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Ketua DPRD Kota Bogor Hadir Kick-Off Pekan Olahraga Provinsi

30 hari lalu

Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil menghadiri langsung kegiatan Kick-Off Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.
Ketua DPRD Kota Bogor Hadir Kick-Off Pekan Olahraga Provinsi

Kota Bogor sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi 2026 Jawa Barat harus memiliki persiapan yang matang.


DPRD Kota Bogor: Nahdlatul Ulama Harus Beri Manfaat

31 hari lalu

Puncak peringatan Harlah NU ke-100 tingkat Kota Bogor dihadiri Walikota dan sejumlah anggota DPRD Kota Bogor.
DPRD Kota Bogor: Nahdlatul Ulama Harus Beri Manfaat

Anggota DPRD Kota Bogor mengapresiasi satgas lembaga penanggulangan bencana dan perubahan iklim dari Nahdlatul Ulama.


Ketua DPRD Kota Bogor: Tata Ruang Publik dengan Gerakan ASRI

31 hari lalu

Ketua DPRD Adityawarman bertekad mengembalikan Kota Bogor sebagai kota yang nyaman untuk beristirahat.
Ketua DPRD Kota Bogor: Tata Ruang Publik dengan Gerakan ASRI

Kota Bogor dapat menata kembali ruang publik dari spanduk, baliho dan billboard.


DPRD Kota Bogor: Anak dan Perempuan Prioritas Pembangunan

31 hari lalu

Komisi IV DPRD Kota Bogor menggelar rapat kerja dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).
DPRD Kota Bogor: Anak dan Perempuan Prioritas Pembangunan

Tren kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Bogor di 2025 meningkat. Alokasi anggaran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak minim.


Ketua DPRD Kota Bogor Sambut Festival ICMI di Bulan Ramadan

32 hari lalu

Pengurus ICMI Orda Bogor bertemu dengan Ketua DPRD.
Ketua DPRD Kota Bogor Sambut Festival ICMI di Bulan Ramadan

ICMI akan fokus pengembangan generasi muda di Kota Bogor.


DPRD Kota Bogor Dorong Perbanyak Event Pariwisata

32 hari lalu

Komisi IV DPRD Kota Bogor, menggelar rapat kerja dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud).
DPRD Kota Bogor Dorong Perbanyak Event Pariwisata

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor menyiapkan 10 agenda unggulan sektor pariwisata.


DPRD Kota Bogor Dukung Damkar Tambah Mobil Rescue

32 hari lalu

Komisi IV DPRD Kota Bogor menggelar Rapat Kerja bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).
DPRD Kota Bogor Dukung Damkar Tambah Mobil Rescue

Idealnya Dinas Damkar Kota Bogor mengoperasikan lima unit mobil penyelamat.


DPRD Kota Bogor Soroti Minimnya Pajak Parkir Toko Ritel

32 hari lalu

Komisi II DPRD Kota Bogor menggelar rapat kerja bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
DPRD Kota Bogor Soroti Minimnya Pajak Parkir Toko Ritel

Komisi II DPRD Kota Bogor menilai potensi setoran pajak parkir toko ritel yang bisa mencapai Rp7 miliar per tahun.


Pelatihan Koperasi di DPRD Kota Bogor Disambut Warga

33 hari lalu

Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kota Bogor menggelar pelatihan perkoperasian di Balai Rakyat DPRD.
Pelatihan Koperasi di DPRD Kota Bogor Disambut Warga

Pimpinan DPRD Kota Bogor memberikan motivasi untuk peserta pelatihan perkoperasian. Pejabat kelurahan dilarang menjadi pengurus koperasi.


DPRD Kota Bogor Pertanyakan Validitas Angka Pengangguran

33 hari lalu

Komisi IV mendorong  kolaborasi antara Dinas Ketenagakerjaan dengan Dinas Koperasi dan UMKM untuk mengatasi pengangguran.
DPRD Kota Bogor Pertanyakan Validitas Angka Pengangguran

Komisi IV DPRD Kota Bogor mendorong kolaborasi antar organisasi perangkat daerah untuk mengatasi pengangguran.