Info Event — Komisi II DPRD Kota Bogor menggelar rapat kerja bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bogor, yakni Perumda Pasar Pakuan dan Bank Kota Bogor, untuk pemaparan rencana kerja dan anggaran Tahun 2026. Rapat kerja ini dihadiri oleh seluruh anggota Komisi II DPRD Kota Bogor serta jajaran manajemen kedua BUMD.
Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Achmad Rifki Alaydrus, S.H., dalam pengantarnya menegaskan pembahasan rencana kerja dan anggaran BUMD menjadi bagiannya penting dari fungsi pengawasan DPRD terhadap kinerja dan tata kelola perusahaan daerah.
Menurut Ketua Komisi II yang akrab disapa Rifki, perencanaan yang matang dan realistis sangat diperlukan agar BUMD mampu memberikan kontribusi optimal bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam rapat tersebut, Perumda Pasar Pakuan memaparkan rencana program kerja Tahun 2026 yang mencakup pengelolaan dan revitalisasi pasar, peningkatan kenyamanan dan kebersihan lingkungan pasar, serta upaya peningkatan kesejahteraan pedagang.
Komisi II memberikan sejumlah catatan agar setiap program yang disusun mempertimbangkan efektivitas anggaran dan dampaknya terhadap perekonomian rakyat.
Sementara itu, Bank Kota Bogor memaparkan rencana bisnis dan anggaran Tahun 2026, termasuk strategi penguatan permodalan, peningkatan layanan perbankan, serta dukungan terhadap sektor UMKM. Komisi II menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, dan kepatuhan terhadap regulasi dalam menjalankan fungsi intermediasi perbankan.
Rifki atau Habin menyampaikan DPRD Kota Bogor mendorong BUMD terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan akuntabilitas. “Kami berkomitmen memastikan BUMD dikelola secara sehat, transparan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi daerah,” kata Achmad Rifki Alaydrus. (*)












